Cara Bertanam Bawang Merah secara Organik

Penanaman bawang merah secara organik dapat dilakukan secara monokultur maupun polikultur. Tahapan budi daya kedua cara tersebut tidak berbeda. Hanya saja, pada penanaman secara polikultur, tanaman bawang merah ditanam bersama dengan tanaman lainnya, misalnya kacang tanah, ubi jalar, dan cabai.

1. Pengolahan Tanah dan Pembuatan Bedengan

Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dicangkul terlebih dahulu agar strukturnya menjadi remah dan gembur. Pada tanah kering, bedengan dibuat dengan tinggi sekitar 20-30 cm, sedangkan pada tanah sawah, tinggi bedengan dibuat 50-60 cm.

Lebar bedengan dibuat 90-120 cm dan panjang 10-15 m. Jarak antarbedeng sekitar 40 cm atau disesuaikan dengan keadaan tanah. Apabila lahannya miring, bedengan dibuat tegak lurus dengan kemiringan lahan untuk mengurangi erosi.

Di atas bedengan kemudian ditabur dan dicampur secara merata dengan pupuk kandang 20-30 ton per ha. Apabila memungkinkan, bedengan yang telah diberi pupuk kandang disiram dengan air limbah ternak atau air septic tank untuk menambah unsur N, 3, dan P.

2. Cara dan Waktu Penanaman

Penanaman yang baik dilakukan pada waktu akhir musim hujan. Apabila keadaan tanahnya memungkinkan, ada petani yang menanam bawang merah sepanjang tahun. Akan tetapi, sebaiknya diadakan rotasi tanaman untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit.

Sebelum dilakukan penanaman, tanah disiram dahulu untuk memudahkan penanaman. Jarak tanam yang digunakan 15-20 cm x 15-20 cm. Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan ditugal.

Bibit bawang merah dipilih yang sehat, bebas hama dan penyakit, keras, serta kering. Sebaiknya bibit tersebut telah disimpan minimal 6 minggu sesudah panen. Ujung umbi sebelum ditanam dipotong sekitar 1/5 panjang umbi untuk mempercepat pertumbuhan dengan pisau yang tajam dan bersih.

Umbi yang telah dipotong lalu ditanam dalam lubang tanam, kemudian tanah di kirl dan kanannya ditekan supaya tidak bergerak. Umbi bekas potongan tidak perlu ditutup dengan tanah. Namun, kalau perlu ditutup tipis-tipis dengan abu bakar atau tepung belerang Untuk menghindari penyakit atau hama tungau serta menambah unsur kalium dan belerang.

Syarat Tumbuh Bawang Merah Organik

Agar pertumbuhannya subur, bawang merah harus ditanam di tempat yang memenuhi syarat tumbuh. Syarat tumbuh yang penting meliputi iklim dan kesuburan tanah.

1. Syarat Iklim

Pada umumnya, bawang merah tumbuh baik di dataran rendah karena untuk membentuk umbi memerlukan suhu yang tinggi. Suhu yang ideal sekitar 23 32° C. Di bawah suhu 23° C. tanaman bawang merah menghasilkan sedikit umbi, bahkan dapat tidak terbentuk umbi.

Kebutuhan sinar matahari untuk pertumbuhan bawang merah 100%, artinya tanaman tidak terlindung. Penyinaran yang semakin lama akan semakin baik untuk pertumbuhan. Maksudnya, lama penyinaran 15 jam Iebih baik bila dibanding dengan lama penyinaran yang hanya 10 jam.

Waktu penanaman sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Penanaman pada musim hujan dikhawatirkan tanah akan tergenang sehingga umbi busuk dan tanaman mudah terserang penyakit.

2. Syarat Tanah

Tanah yang sesuai untuk tanaman bawang merah adalah tanah Iempung berpasir, geluh (loam) berpasir, remah, tidak mudah tergenang air, gembur, subur. Derajat keasaman tanah yang baik sekitar pH 6,0 7,0. Bila pH tanah < 6,0, perlu dilakukan pengapuran untuk menaikkan pH. Bila pH terlalu tinggi, perlu dilakukan pengasaman dengan pemberian pupuk kandang yang cukup dan ditabur tepung belerang atau kieserit (M9804.H20).

Cara Panen Wortel Organik

Pada umumnya, wortel dipanen sekitar umur 3-4 bulan, tergantung varietasnya. Saat panen yang tepat yaitu saat umbi tidak terlalu tua atau terlalu muda. Bila panen terlalu tua atau tanaman sudah mulai berbunga, umbi telah keras atau berkayu. Bila panen terlalu muda, ukuran umbi lebih kecil.

Panen perlu dilakukan secara hati-hati agar umbi tidak rusak atau cacat. Sebaiknya tanah digemburkan lebih dahulu, lalu umbi dicabut atau dapat juga menggunakan bantuan garpu.

7. Penanganan Pascapanen Umbi yang masih berbalut tanah setelah panen perlu diberi perlakuan sebelum dijual. Perlakuan pascapanen tersebut sebagai berikut:

1) Setelah dikumpulkan, umbi dicuci bersih dengan airmengah’r. Pada saat ini dapat dilakukan seleksi, yaitu memisahkan umbi yang sehat dengan umbi yang sakit. Setelah bersih, umbi ditiriskan di atas para-para hingga kering.

2) Bila tempat penjualan tidak terlalu jauh, umbi diikat bersama daunnya dengan berat sekitar 1,1-1,3 kg.

3) Jika tempat penjualannya jauh, daun dipotong sampai pangkal, demikian juga ujung umbi yang kecil. lni dilakukan untuk memudahkan dan meringankan saat pengangkutan. Pemilihan jenis pasar mempengaruhi kualitas dan kemasan.

Apabila akan dipasarkan di pasar tradisional, semua kualitas umbi dapat diterima konsumen dan tidak memerlukan pengemasan khusus. Namun, jika dipasarkan ke pasar swalayan, umbi harus dipilih yang berkualitas baik dan dikemas dengan plastik berukuran berat 250 g, 500 g, atau 1000 g.

Hama dan Penyakit Wortel Organik serta Pengendaliannya

e. Bercak Daun

Penyakit bercak daun disebabkan oleh cendawan Cercospora carotae (Pass) Solh. Gejalanya, pada daun terdapat bercak berwarna cokelat atau cokelat tua dan kelihatan ada warna keabuan karena adanya konidiofor dan konidium.

Bercak berbentuk bulat atau memanjang. Bercak Ialu mengering dan mati mulai dari bagian tengah. Tangkai yang terserang ada garis memanjang atau melingkar. Penyakit ini dapat menyebabkan daun menjadi mati.

Cara mengendalikannya yang dapat dilakukan antara lain menanam biji yang sehat, melakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sefamili, serta mencabut dan membakartanaman yang sakit.

f. Busuk Hitam Umbi Won‘el Sebagai penyebab penyakit busuk hitam ini adalah jamur Stemphylium radicinum. Umumnya serangan terlihat di penyimpanan. Gejalanya yaitu adanya bercak cekung berwarna hitam pada umbi Wortel. Serangan yang hebat akan menyebabkan kerusakan pada umbi wortel.

Jamur ini juga menyebabkan semai roboh (dumping of!) jika biji yang disemai telah membawa bibit penyakit. Beberapa upaya untuk mengendalikan penyakit busuk hitam dengan cara menanam biji yang sehat dan dilakukan sortasi untuk memisahkan umbi yang sakit dan umbi yang sehat.

g. Busuk Lunak Bakteri Penyebab penyakit lunak bakteri adalah Elwinia carotovora pv carotovora (Jones) Holland. Bakteri ini menyebabkan busuk lunak pada umbi dan akar wortel. Penyakit ini juga menyerang mentimun, cabai, kentang, bawang merah, kubis, sawi, davn tomat. Penyakit busuk lunak dapat dikendalikan dengan cara sebagai berikut:

1) Sisa-sisa tanaman sakit dibersihkan dan dibakar atau dimasukkan di tengah kompos yang panas.

2) pada musim hujan, jarak tanam sedikit diperlebar untuk menghindari kelembapan yangtinggi.

3) Hindari terjadinya luka pada waktu perawatan. 4) Setelah panen, umbi dicuci dengan air bersih.

Upaya Pengendalian Hama Wortel Organik

Upaya pengendalian yang dapat dilakukan yaitu dihembus tepung belerang, dan disemprot dengan bubur ka|ifomia. Bubur ka|ifomia dibuat dengan campuran 100 g kapur tohor (CaO), 200 9 Metepung belerang, dan 1 liter air.

Cara membuatnya sebagai berikut:

1) Kapur dimasukkan dalam kaleng A, Ialu dicampur air sedikit demi sedikit sampai menjadi bubur.

2) Sisa air yang ada dididihkan, lalu diambil 200 cc. Kemudian, masukkan tepung’belerang dan aduk hingga menjadi bubur.

3) .Campurkan bubur kapur ke dalam kaleng B ‘ yang berisi tepung belerang sedikit demi sedikit sambil diaduk, dan masukkan sisa air yang ‘ mendidih.

4) Campuran tersebut direbus dan air ‘. dipertahankan selalu 1 liter, bila kurang ditambah air panas.

5) Setelah mendidih selama 1 jam, didinginkan dan disaring dengan kertas filter. Cairan jernih benNarna cokelat tersebut harus diencerkan sebelum digunakan, yaitutiap 100 ccditambah 3 literair.

d. Penyakit Busuk Hitam

Penyakit busuk hitam disebabkan oleh jamur Altemaria dauci (Kiihn) Groves et Skolko dan A, radicma Meier, Drechs, et Eddy. Gejala serangannya terlihat ada bercak-bercak kecil, berwarna cokelat tua sampai hitam dengan _tepi kuning pada daun.

Pada serangan yang parah, daun menjadi hitam dan mati. Serangan pada tangkai daun ditandai dengan bercak memanjang seperti karat. Serangan pada umbi seringkali terlihat setelah di penyimpanan. Umbi kelihatan ada bercak bulat atau tidak teratur, cekung sekitar 1-3 mm, berwarna hitam kehijauan sampai hitam pekat.

Penyakit busuk hitam dapat dikendalikan dengan beberapa cara yaitu menanam benih yang sehat, merotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sefamili, mencabut dan membakar tanaman yang sakit, serta menyimpan umbi dengan suhu 0° 2° C.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Wortel Organik

Setiap hari, tanaman wortel diperiksa keadaannya, apakah ada serangan hama dan Denyakit atau tidak. Apabila terjadi serangan, Segera dilakukan pengendalian.

a. Kutu Daun (aphid wortel)

Kutu daun (Cavariella aegopodii) menyerang tanaman pada waktu masih muda maupun setelah dewasa. Kutu yang hidup berkelompok di balik daun ini menghisap cairan sel. Akibatnya, daun menjadi kuning kehijauan dan mengeriting, Ialu tanaman menjadi kerdil. Kutu daun dapat menjadi vektor (pembawa) virus. Kutu daun menyerang segala macam tanaman.

Upaya pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengatasi kutu daun dengan cara disemprot dengan insektisida organik atau tanaman yang sakit dicabut dan dibakar.

b. Lalat Wortel

Lalat wortel (Psila rosae Fab.) menjadi hama pada saat fase larva. Larva akan melubangi dan masuk ke dalam umbi sehingga umbi akan mbusuk.

Pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengatasi hama Ialat wortel dengan cara sebagai berikut.

1) Diadakan rotasi tanaman dengan tanaman yang bukan termasuk famili Umbelliferae.

2) Disemprot dengan menggunakan insektisida organik.

3) Tanaman wortel yang telah terserang berat dicabut dan dibakar atau dimasukkan ke dalam kompos yang masih panas. c. Penyakit Tepung Etysiphe umbelliferarum merupakan penyebab ‘ penyakit’mi. Gejalanya, permukaan daun kelihatan seperti diselimuti bulu halus, tipis, dan berwarna putih.

Pada serangan yang berat, daun akan diselimuti tepung yang akan berhamburan bila, tertiup. Serangan ini biasanya terjadi bila udara kering dan panas. Karena tertutup tepung, daun tidak dapat berfotosintesis sehingga daun akan mati.

Cara dan Waktu Penanaman serta Pemeliharaan Wortel Organik

Wortel pada umumnya yang ditanam adalah bijinya secara langsung. Apabila disemai dahulu. umbi wortel dapat bercabang. Penanaman dimu|ai dengan membuat garis memanjang pada barisan yang telah diberi pupuk dan abu. Di atasnya Ialu ditaburkan biji wortel yang telah dicampur dengan abu atau kompos halus.

Perlunya biji dicampur dengan abu atau kompos agar penebarannya dapat merata dan tidak berhimpitan tumbuhnya. Untuk barisan sepanjang 10 m, dibutuhkan biji wortel sebanyak 2 gram. Selesai ditabur, biji ditutup dengan kompos atau abu halus setebal i 1 cm, kemudian disiram hingga basah‘ Setiap hari bedengan disiram agartidak kekeringan.

Penyiraman yang terlambat dapat menyebabkan biji tidak tumbuh. Apabila daya kecambah masih baik, biji akan mulai berkecambah sekitar satu minggu kemudian.

4. Cara Pemeliharaan Beberapa pemeliharaan rutin yang dilakukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman wortel antara lain sebagai berikut:

a. Penyiraman terus dilakukan hingga biji tumbuh (berkecambah).

Panjarangan dilakukan untuk yang tumbuh rapat sehingga diperkirakan jarak tanamnya 5 cm. Tanaman yang akan dipindahkan dicabut secara hati-hati dan diusahakan agar akarnya tidak terputus. Akar yang terputus dapat menyebabkan umbi bercabang.

b. Selesai dipindahkan, tanaman diberi penutup untuk mengurangi penguapan dan disiram.

c.. Adanya gulma perlu dicabut agar tidak menjadi pesaing tanaman wortel dalam menyerap unsur hara. d. Apabila pangkal umbi kelihatan di atas tanah segera dilakukan pembumbunan. Jika terkena sinar matahari, umbi akan berwarna hijau sehingga kualitasnya rendah.

Cara Bertanam Wortel secara Organik

Dalam bertanam wortel secara organik dapat dilakukan secara monokultur atau secara polikultur, contoh tanaman yang biasanya ditanam bersama« sama wortel yaitu kubis dan daun bawang. Kedua jenis tanaman tersebut berbeda famili dengan wortel. Kubis termasuk famili Cruciferae, sedangkan daun bawang termasuk famili Alliaceae.

1. Pengolahan Tanah dan Pembuatan Bedengan

Pengolahan atau pencangkulan tanah dilakukan hingga kedalaman 40 cm atau Iebih. Setelah itu, tanah dibiarkan terkena sinar matahari untuk membunuh hama dan penyakit serta untuk pertukaran udara.

Selanjutnya, bedengan dibuat dengan tinggi sekitar15-20 cm, Iebar 100-200 cm, dan panjang 10-15 m atau disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antarbedengan sekitar 40-50 cm. Pada tanah miring, bedengan dibuat tegak Iurus dengan kemiringan tanah untuk mengurangi erosi.

2. Jarak Tanam dan Pemupukan Dasar Penanaman wortel umumnya berjarak satu sama lain 40 cm x 5 cm. Apabila ditanam bersama kubis, jarak tanam antara wortel dengan kubis seperti pada gambar yang diperlihatkan di bawah ini.

Adapun jarak antara tanaman kUbis dengan yang lain sekitar 60 cm. Apabila ditana bersama daun bawang, jarak tanam antara daun bawang dengan wortel 40 cm. Daun bawang dapat ditanam di tengah bedengan atau di antara barisan tanaman wortel.

Pada bedengan, dibuat beberapa parit dengan  lebar 15 cm dan kedalaman 25 cm pada jarak 40 cm. Parit tersebut diisi dengan pupuk kandang atau kompos dan abu bakar organik sebanyak 1 genggam untuk barisan sepanjang 10 m.

Abu diberikan sebagai sumber unsur kalium. Unsurini dibutuhkan wortel Iebih banyak dibandingkan unsur yang Iainnya. Di atas pupuk, diberi tanah yang Kemudian dicampur hingga rata. Jika memungkinkan. di atas bedengan disiram air limbah ternak atau air septic tank.

Syarat Tumbuh Wortel Organik

Salah satu yang mendukung pertumbuhan semua jenis tanaman adalah keadaan lingkungan Oleh karenanya, syarat tumbuh tanaman wortel perlu diketahui. Untuk tanaman wortel, tanah dan iklim menjadi bagian yang penting dalam mempengaruhi pertumbuhannya.

1. Syarat Tanah

Untuk menghasilkan umbi yang berkualitas baik, tanaman wortel memerlukan tanah lempung yang berpasir, gembur, tidak tergenang air, dan DH sekitar 6,5. Bila ditanam di tanah dengan pH < 5,0, dapat dikatakan tidak akan ada panen atau Umbinya kecil-kecil.

2. Syarat lklim

Tanaman wortel akan tumbuh baik bila ditanam di daerah dengan ketinggian lebih dari 1.000 1.500 m dpl (di atas permukaan laut). Kebutuhan suhu tanaman wortel sekitar 15-21 ,1° C.

Penanaman wortel di lingkungan dengan suhu 1015° C atau 21,1 26,6° C akan menghasilkan wama umbi yang kurang baik. Berdasarkan ketinggian tempat dan suhu ideal di atas, tanaman wortel saat ini banyak ditanam di daerah pegunungan, seperti di Puncak (Jawa Barat).

Kopeng, Ngablak, Tawangmangu (Jawa Tengah), da” Kaliurang (Yogyakarta). Tanaman wortel dapat ditanam pada waktu musim kemarau asal dilakukan penyiraman.

Penanaman pada saat musim hujan diusahakan agar air tidak tergenang. Genangan air akan menyebabkan tanah menjadi asam sehingga umbi akan menjadi kecil dan pendek sehingga tanaman menjadi kerdil atau bahkan bisa mati.

Budidaya Tanaman Wortel Organik

Wortel merupakan tanaman sayuran umbi akar yang rasanya manis karena mengandung zat gula dan telah lama dikenal. Karena rasanya yang manis menyebabkan wortel disukai banyak orang. Wortel dapat digunakan sebagai sayuran, acar, maupun minuman dengan cara dibuatju/ce dan dicampur dengan jeruk.

Biji wortel mengandung minyak esensial yang dapat diambil. Minyak ini dapat dipakai sebagai pemberi aroma dalam pembuatan parfum dan masakan. Di samping bijinya, daun muda wortel dapat disayur, sedangkan daun tuanya dapat dijadikan makanan ternak.  

A. Varietas Wortel

Wortel (Dnacus carota subsp. sativus (Heffm.) Termasuk famili Umbelliferae (Apiaceae) yang anggotanya mempunyai bunga berbentuk payung.

Tanaman wortel yang dibudidayakan yang berbunga karena sebelum bunga muncul, umbi wortel telah dipanen. Umbi wortel sebenarnya adalah akar tunggang yang menebal dan berisi cadangan makanan. Mulanya akar ini berwama putih, kemudian berubah menjadi kuning pucat, dan akhirnya menjadi oranye tua. Bentuk dan ukuran umbi ini tergantung dari varietas, kesuburan tanah. iklim, dan hama serta penyakit.

Terdapat beberapa macam varietas wortel, seperti Chantenay Red Cored, Royal Chantenay, Chantenay, Nantes, Yates Topweight, Yates Manchester Table, Redheart, Midway, Egmont Gold, Danvers Half Long, Flakkee, dan Burpee’s Goldinhart.

Dari varietas-varietas tersebut, varietas yang umum ditanam di Indonesia ialah Chantenay dan Nantes. Varietas Chantenay memiliki umbi berbentuk kerucut, dengan bagian pangkal yang besar, garis tengahnya i 6 cm, panjangnya i 17 cm, dan berwama oranye. Umbi ini dapat dipanen pada umur i 70 hari.

Sedangkan varietas Nantes memiliki umbi berbentuk silindris, bagian ujung tumpul, bergaris tengah i 3-4 cm, panjang 116-19 cm, berwama oranye, dan rasanya manis. Umur panen sekitar 9-3 bulan.