Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Bawang Merah Organik

Pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan yang penting karena dalam sistem organik tidak dibolehkan memakai pestisida kimia.

a. Nematode Umbi

Difylenchus dipsaci (Khun) Filipjen merupakan nematode yang menyerang umbi bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay. Serangan nematode ini ditandai dengan gejala daun bawang menjadi pucat, lemah (terkulai), ujung mati, dan berpmn.

Serangan pada saat umbi mulai membesar, umbi menjadi tunak dan bertepung. Serangan dalam penyimpanan menyebabkan umbi menjadi ringan dan agak gembung. Jika lingkungan kurang mendukung, nematode akan dorman (istirahat) dalam waktu yang lama di dalam tanah atau tanaman yang telah mati. Serangan Nematoda dapat dicegah dan dikendalikan dengan beberapa cara berikut ini: 1) Tanamlah umbi atau biji yang sehat dan bebas nematoda.

2) Pilihlah lokasi tanah yang sehat dan belum pernah terserang nematode umbi atau batang.

3) Tanamlah kenikir (Tagetes patula, T. erecta) sebelum menanam bawang merah. Setelah berbunga, kenikir dicabut dan dipotong kecil, lalu dipendam secara merata. Kenikir dapat mengeluarkan tiophen yang dapat mematikan nematoda.

4. Lakukan rotasi tanaman. b. Penyakit Pucuk Daun

Penyakit pucuk daun disebabkan oleh phytophthora porri Foister. Serangan ‘penyakit ini ditandai dengan permukaan ujung daun yang kelihatan basah, kemudian akan mengering dan warna menjadi kuning kecokelatan, Ialu menjadi putih. Jika udara lembap, akan terbentuk massa jamur seperti beludru. Massa jamur semakin lama akan menyebar sehingga daun mati berwarna putih dan akhirnya tanaman mati.

Upaya pengendalian yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1) menanam pada saat tidak banyak hujan,

2) pucuk daun yang terserang segera dipotong dan dibakar,

3) tangan yang memegang tanaman yang jangan memegang tanaman sehat agar tidak tertular,dan 4) dilakukan rotasi tanaman.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *