Cara Penanganan Pascapanen Bawang Merah Organik

Bawang merah hendaknya dipanen pada saat setelah cukup tua. Pada saat itu, umbi telah padat, keras, tidak mudah busuk, dan tahan lama dalam penyimpanan. Bila dipanen terlalu muda, umbi akan cepat berkeriput bila dikeringkan, mudah lunak, dan cepat membusuk serta keropos.

Bila dipanen terlalu tua atau daun terlalu kering, umbi dapat tertinggal dalam tanah karena pada waktu daun dicabut, umbi terputus. Sebagai tanda bahwa tanaman bawang merahtelah siap panen seperti berikut umur panen bawang merah dltentukan varietas 8dan ketinggian tempat sekitar 80 90%, daun telah menguning, terkulai, dan leher umbi lemas.

Bila daun menguning sebelum waktunya, berarti tanaman tersebut terserang penyakit. Panen yang dilakukan sebelum cukup umur, umbi akan menjadi lunak bila kering.

Umbi sebagian besar kelihatan di permukaan tanah. Umbi terlihat padat, berisi, warna Iebih tua dan mengilap.

Setelah dipanen, umbi dibersihkan dari tanah. Umbi yang sakit atau busuk perlu dipisahkan agar tidak menular ke umbi yang sehat. Umbi beserta daunnya diikat kira-kira satu genggam. Bawang merah kemudian dikeringkan untuk mencegah terjadinya serangan penyakit atau hama di penyimpanan. Pengeringan tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Di atas tanah diberi alas plastik, anyaman bambu, atau tikar agar umbi tidak langsung terkena tanah.

b. Setiap 50-100 cm ditancapkan bambu yang kemudian di-Iengkungan hingga membentuk rangka sungkup. Bambu ini berguna sebagai rangka penahan plastik yang disungkupkan di atas bawang merah pada saat malam hari, tujuannya agar umbi tidak terkena hujan atau embun.

c. Umbi yang telah diikat diletakkan di atas alas.

d. Penjemuran perlu dibolak-balik supaya keringnya merata. Jika dalam keadaan hujan, pengeringan dapat dilakukan dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh. Dengan cara ini, proses pengeringan akan memakan waktu yang Iebih lama. Pengeringan dianggap selesai bila kandungan air daIam umbi sekitar 85%.

Sebagai tandanya yaitu kulit Iuar umbi telah kelihatan kering dan mengilat serta terdengar suara gemerisik bila digesekan satu sama Iain. Setelah kering, umbi dimasukkan ke dalam kantong plastik atau keranjang, Ialu dibawa ke gudang penyimpanan.

Pengendalian Penyakit Busuk Leher pada Bawang Merah Organik

Busuk Leher

Penyakit busuk Ieher disebabkan oleh Botrytis aIlii Munn. Gejala serangannya berupa Ieher umbi melunak, daging seperti dibasahi air dan kelihatan jelas batas antara bagian yang sehat dan sakit.

Jamur terlihat berwarna keabuan pada permukaan umbi lapis. Jamur ini akan berkembang terug sehingga seluruh umbi busuk, lalu umbi mengering sehingga seperti “mumi”. Penyakit ini akan menyebar bila keadaannya lembap.

Penyakit busuk Ieher dapat dikendalikan dengan cara sebagai berikut:

1) Tanamlah bibit yang sehat dan berwarna merah tua.

2) Umbi yang sakit sebaiknya dikumpulkan dan dibakar.

3) Setelah dipanen, umbi dipanasi dengan suhu i 40° C selama 7 1O hari.

4) Lakukan rotasi tanaman.

Pengendalian Penyakit Bercak Hitam-Hijau (Antraknosa) pada Bawang Merah Organik

Penyakit Bercak Hitam-Hijau (Antraknosa) Penyakit antraknosa disebabkan oleh jamur Colletotrichum circinans (Berk.) Vogl.

Ada yang mengatakan jamur tersebut mungkin sama dengan collatorichum gloeosporiodes Penz. Penyakit akan Derkembang dengan cepat bila banyak hujan dan suhu tanah 1O -32° C (suhu Optimum 26° C).

Spora yang melekat pada lapisan umbi akan berkecambah dalam beberapa jam. Umbi yang terserang antraknosa akan terlihat bercak melingkar, berwarna nijau d3“ hitam_ Umbi yang sakit akan mengerut dalam penyimpanan.

Umbi yang berwarna Iebih tua Iebih tahan terhadap antraknosa karena kemungkinan adanya antibiotik yang dikandungnya. Kulit (sisik) bawang merah yang kering dapat menahan serangan penyakit ini.

Cara pengendalian penyakit antraknosa yang . dapat dilakukan sebagai berikut:

1) Bibit yang ditanam sebaiknya dipilih yang berwarna merah tua dan sisik kering bagian luarjangan dihilangkan. Bila kelembapan tinggi, dipilih bibit yang baunya agak Iebih keras.

2) Tanaman sakit sebaiknya dikumpulkan dan dibakar.

3) Bila keadaannya basah, hasil panenan harus segera dikeringkan dengan udara kering sampai 48° C, kemudian disimpan dalam suhu 0° C, kelembapan nisbi 65%, dan dengan ventilasi yang baik.

4) Sebaiknya Iakukan rotasi tanaman.

Pengendalian Kutu Trip pada Bawang Merah Organik

Kutu Trip

Thrips tabaci Lindeman banyak menyerang tanaman bawang merah, cabai, tomat, bayam, dan labu. Serangan menghebat bila jarang hujan dan temperatur tinggi.

Hama ini akan aktif berkembang biak bila kelembapan relatif sekitar 70%. Larva dan tn‘p dewasa akan mengisap cairan daun sehingga daun kelihatan berbercak putih. Bercak-bercak putih Ialu akan bersatu dan berwama seperti perak. Akhirnya, daun akan mati dan kering. Bila terganggu, trip ini akan bersembunyi di dalam tanah atau di pelepah daun.

Beberapa cara untuk mengendalikan serangan trip sebagai berikut:

1) Apabila ditanam di sawah, lahan digenangi terlebih dahulu untuk mematikan pupa yang ada di dalam tanah.

2) Dilakukan rotasi dengan tanaman yang tidak diserang trip.

3) Penanaman sebaiknya dilakukan pada bulan September (peralihan musim kemarau dan musim penghujan).

4) Lingkungan kebun perlu dibersihkan dari gulma.

5) Tanaman yang telah terserang trip disemprot dengan insektisida alami.

Pengendalian Ulat Grayak pada Bawang Merah Organik

Ulat Grayak (Spodoptera exiqua HBN syn. Laphygma exiqua HBN)

Ulat grayak (armyworm) termasuk ulat pemakan Segala macam tanaman (polyphage). Warna ulat yang masih muda hijau rumput, setelah tua bewvama hijau atau cokelat tua dengan garis kekuningan.

Panjang ulat sekitar 25 mm. Biasanya ulat masuk ke dalam daun, kemudian memakan dagingnya sehingga daun kelihatan ada bercak putih panjang (seperti membran). Serangan yang hebat dapat menyebabkan tanaman layu dan akhirnya mati.

Upaya pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengatasi serangan ulat grayak sebagai berikut.

1) Secara mekanis, pada malam hari dilakukan penangkapan ulat dan telurnya. Kemudian, ulat dan telur dimatikan.

2) Dilakukan rotasi tanaman.

3) Jika ditanam di sawah, Iahan perlu digenangi selama 24 jam agar pupa mati.

Varietas Bawang Merah Organik

Di Indonesia, terdapat beberapa varietas bawang merah yang umum ditanam. Penamaan varietas ini biasanya sesuai dengan daerah pengembangannya. Varietas-varietas tersebut adalah sebagai berikut.

1. Bima Brebes

Varietas ini tahan terhadap serangan penyakit busuk umbi dan busuk ujung daun. Umur panen sekitar 60 hari. Total produksi 9,9 ton/ha umbi kering. Pertumbuhan tanaman akan optimal bila ditanam di dataran rendah.

2. Sumenep

Umbi bawang merah varietas Sumenep berwarna merah muda atau kuning pucat, ada garis nalUS memanjang dari pangkal hingga ujung umbi. Umur panen sekitar 70 hari, jumlah produksi 12 ton/ha umbi kering. Tanaman ini cocok ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpi.

3. Ampenan

Bawang merah asal Bali Iini berumbi merah muda, tahan terhadap penyakit busuk umbi, mempunyai banyak anak, dan tidak tahan terhadap air yang banyak. Umur panennya 60-70 hari dengan produksi total 10-12ton/ha umbi kering.

4. Maja Cipanas

Bawang merah berasal dari Cipanas, Jawa Barat, ini mempunyai tinggi 34,1 cm, jumlah anakan 6-12 umbi, dan umbi berwarna merah tua  Varietas mi tahan terhadap penyakit busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun. Umur panennya 60 hari, jumlah produksi 10,9 ton/ha umbi kering. Varietas ini baik ditanam di dataran rendah ataupun tinggi.

5. Keling

Varietas ini mempunyai tinggi 36,8 cm dengan warna umbi merah muda. Tanaman ini peka terhadap penyakit busuk ujung daun dan busuk umbi. Panen dapat dilakukan pada umur 70 hari jumlah produksi 7,4 ton/ha umbi kering. Varietas keling cocok ditanam di dataran rendah.

6. Medan

Bawang merah Medan mempunyai tinggi 34,2 cm dengan umbi berwarna merah, cukup tahan terhadap serangan penyakit busuk umbi, dan peka terhadap serangan penyakit busuk ujung daun. Umur panen sekitar 7O hari, total produksi 7,4 m ha umbi kering. Tanaman ini sangat baik ditanam di dataran rendah dah tinggi.

Menanam Bawang Merah Secara Organik

adalah umbinya yang merupakan umbi lapis. Umbi dan daunnya dapat dipergunakan untuk bumbu masak atau penyedap masakan. Selain itu, dapat dipergunakan juga sebagai obat tekanan darah tinggi, diabetes, disentri, perut kembung, dan luka karena mengandung cukup gizi, seperti protein, riboflavin, dan kapur.

Bawang merah yang mempunyai bau khas ini juga mempunyai sifat antibakteri sehingga dapat dipergunakan untuk menunda kerusakan daging dengan tidak memberikan efek samping yang merugikan. Bawang merah ada yang berukuran besar dan berukuran kecil.

Bawang merah yang berukuran besar umumnya tidak beranak atau tidak keluar tunas-tunas pada pangkal umbinya, sedangkan bawang merah jenis kecil mempunyai banyak bagian tanaman bawang merah yang diambil anak.

Bawang merah besar mempunyai bau dan rasa yang kalah dibandingkan bawang merah kecil sehingga kurang disukai di Indonesia. Jenis bawang merah kecil akan dapat berproduksi dengan baik bila ditanam di dataran rendah, sedangkan jenis bawang merah besar lebih sesuai ditanam di dataran tinggi.

Menanam bawang merah secara organik itu sebenarnya mudah, asal kita mengetahui syarat tumbuh dan perawatannya, Pertumbuhan bawang merah akan terganggu bila terlalu banyak hujan atau terlalu kering. Tanah yang gembur, subur, dan cukup bahan organik akan menunjang pertumbuhan tanaman bawang merah.

Penyakit Bawang Merah Organik dan Cara Mengendalikannya

c. Penyakit Embun Bulu

Penyebab penyakit embun bulu adalah jamm Peronospora destructor (Berk.) Casp. Penyakit ini juga disebut busuk daun, bulu halus, embun tepung, tepung palsu, downy mildew, atau falsemildew. Bila banyak embun dan udara berkabut atau banyak hujan, penyakit ini semakin berkembang.

Penyakit embun bulu diawali dengan terlihatnya bulu-bulu halus berwarna ungu yang menutupi permukaan daun. Bagian daun yang sakit akan berwarna hijau pucat, lalu berubah kuning. Serangan yang hebat dapat merobohkan tanaman. Umbi yang terinfeksi menjadi lunak dan mengerut serta lapisan luarnya ben/varna kecokelatan.

Upaya pengendalian penyakit embun bulu yang dapat dilakukan sebagai berikut:

1) Jangan menanam bawang merah di daerah yang banyak hujan, kabut, dan embun.

2. Bibit yang digunakan harus sehat dan telah dipanasi dengan suhu 41° C selama 4 jam.

3. Tanaman ditanam dengan barisan disesuaikan arah berhembusan angin.

4) Apabila telah terserang, daun dipotong, Ialu 4) dikumpulkan dan dibakar. Apabila umbi telah terinfeksi, tanaman dicabut dan dibakar. 5) Saluran drainase harus dibuat dan dirawat dengan baik.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Bawang Merah Organik

Pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan yang penting karena dalam sistem organik tidak dibolehkan memakai pestisida kimia.

a. Nematode Umbi

Difylenchus dipsaci (Khun) Filipjen merupakan nematode yang menyerang umbi bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay. Serangan nematode ini ditandai dengan gejala daun bawang menjadi pucat, lemah (terkulai), ujung mati, dan berpmn.

Serangan pada saat umbi mulai membesar, umbi menjadi tunak dan bertepung. Serangan dalam penyimpanan menyebabkan umbi menjadi ringan dan agak gembung. Jika lingkungan kurang mendukung, nematode akan dorman (istirahat) dalam waktu yang lama di dalam tanah atau tanaman yang telah mati. Serangan Nematoda dapat dicegah dan dikendalikan dengan beberapa cara berikut ini: 1) Tanamlah umbi atau biji yang sehat dan bebas nematoda.

2) Pilihlah lokasi tanah yang sehat dan belum pernah terserang nematode umbi atau batang.

3) Tanamlah kenikir (Tagetes patula, T. erecta) sebelum menanam bawang merah. Setelah berbunga, kenikir dicabut dan dipotong kecil, lalu dipendam secara merata. Kenikir dapat mengeluarkan tiophen yang dapat mematikan nematoda.

4. Lakukan rotasi tanaman. b. Penyakit Pucuk Daun

Penyakit pucuk daun disebabkan oleh phytophthora porri Foister. Serangan ‘penyakit ini ditandai dengan permukaan ujung daun yang kelihatan basah, kemudian akan mengering dan warna menjadi kuning kecokelatan, Ialu menjadi putih. Jika udara lembap, akan terbentuk massa jamur seperti beludru. Massa jamur semakin lama akan menyebar sehingga daun mati berwarna putih dan akhirnya tanaman mati.

Upaya pengendalian yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1) menanam pada saat tidak banyak hujan,

2) pucuk daun yang terserang segera dipotong dan dibakar,

3) tangan yang memegang tanaman yang jangan memegang tanaman sehat agar tidak tertular,dan 4) dilakukan rotasi tanaman.

Langkah-langkah Bawang Merah secara Organik

Cara Pemeliharaan Tanaman perlu diperhatikan setiap hari atau secara rutin agar bila ada tanaman yang sakit atau terserang hama dapat langsung ditangani. Beberapa perawatan yang dilakukan sebagai berikut:

a. Bawang merah yang ditumpangsarikan dengan ubi jalar dan cabai perlu disiram agar tidak kekeringan.

b. Pada saat musim kemarau, penyiraman dilakukan 2 hari sekali atau setiap hari bila udara terlalu panas. Penyiraman dilakukan hingga menjelang panen.

c. Apabila ada tanaman yang mati, segera disulam.

d. Bila padat, tanah segera digemburkan secara hati-hati agar tidak merusak akar.

e. Pupuk susulan berupa pupuk kandang diberikan sekitar 4 minggu setelah tanam dengan dosis 1O ton/ha.

f. Penyiangan dilakukan jika tumbuh gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

g. Apabila ada hama dan penyakit segera ditanggulangi dengan cara mekanis atau disemprot dengan fungisida alami.

h. Bunga yang muncul sebaiknya dipotong supaya unsur hara digunakan untuk pembentukan anakan dan pembesaran urnbi. i. Bila umbi sudah kelihatan, penyiraman mulai dikurangi. Beberapa hari menjelang panen, tanaman tidak perlu disiram.